Multi Boot Solaris & linux

Saya selama seminggu ini mencoba untuk mengkonfigurasi PC saya agar bisa multiboot termasuk didalamnya sistem operasi solaris.

Setelah dicari-cari akhirnya saya mendapat sebuah referensi dari blog yang khusus untuk sistem operasi linux dan tetek bengeknya.

Untuk membuat multiboot yang perlu dilakukan adalah mempartisi harddisk

partisi yang saya lakukan adalah sebagai berikut

/dev/hda1 / 15GB

/dev/hda2 /home 20GB

/dev/hda3 swap 1025 MB

tidak terpatisi 30GB

untuk sistem operasi linux saya gunakan fedora 7 dan untuk sistem solaris saya menggunakan solaris 10.

pertama yang dilakukan adalah install fedora 7 terlebih dahulu. setelah selesai kita kopi isi yang berada di file /boot/grub/menu.lst kita kopi tiga baris yang menunjukan image boot fedora 7 misal :
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.9-1.667 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
initrd /boot/initrd-2.6.9-1.667.img

setelah dikopi, kita install solaris. usahakan partisi yang digunakan partisi yang tidak terpakai. setelah selesai kopi tiga baris tadi ke /boot/grub/menu.lst .

setelah restart kita bisa menggunakan multiboot solaris dan linux.

Bye Bye Windows

Setelah melalui beberapa perbandingan akhirnya saya memutuskan untuk mengganti windows yang sudah merajai komputer saya selama puluhan tahun dengan sistem operasi yang berbasis open source.

Belum tahu jelas bagaimana dampak dari hal ini tetapi saya berpikir untuk melihat komunitas open source sebagai solusi usaha kedepan. Disamping selain software yang gratis, komunitas open source sedikit banyaknya membuat kita mengetahui lebih tentang komputer dan sistem-sistem yang terlibat di dalamnya.

Untuk pengganti windows saya memutuskan untuk memakai sistem operasi linux fedora 7. Saya memilih fedora karena fasilitas yang didapatkan sudah lengkap walaupun masih ada fasilitas yang tidak dimasukan dalam paket instalasi seperti fasilitas pemutar file mp3 dan fasilitas untuk memutar film. tetapi hal itu sudah saya antisipasi dengan menginstall library extra dari xine.

Wine on Fedora 7

wine ,WINdows Emulator, seperti namanya adalah program untuk emulator program windows di linux. Program yang dijalankan oleh wine bertindak sebagai program native sehingga tanpa ada penggunaan memori yang terbatas seperti emulator biasanya

Proyek wine pertamakali berjalan tahun 1993 dengan tujuan agar program windows 3.1 dapat dijalankan di linux.

Dalam situs resmi wine dijelaskan bahwa wine masih dalam pengembangan. Walaupun demikian pengguna wine makin banyak saja. Dengan banyaknya list program windows yang bisa digunakan oleh wine barangkali pengguna wine akan lebih banyak lagi.

Untuk instalasi dengan menggunakan yum cukup dengan melakukan perintah

[baga@darkstream]# sudo yum wine

otomatis wine akan terinstall

Instalasi tanpa menggunakan yum perlu kerja ekstra untuk downloas file-file installasi yang dibutuhkan.